
Selasa, 01 Januari 2013
Minggu, 22 Juli 2012
karena mereka = energi pelengkap
tak asing bagi kita mendengar kata 'sahabat, persahabatan atau teman', layaknya makhluk sosial kita membutuhkan orang lain untuk kestabilan hidup kita. atas alasan itulah, awal mula mengapa kita membutuhkan seorang sahabat.
taukah kalian mereka selalu ada disamping kita disaat kita butuh pertolongan, walaupun kita tak pernah memanggilnya . Mereka selalu menghibur kita disaat kita sedih, walaupun kita tau mereka bukanlah seorang pelawak. Mereka selalu jadi penompang disaat kita jatuh, walaupun kita tau mereka tak sekuat apa yang kita pikirkan. Mereka selalu buat kita tertawa lepas, walaupun hati mereka lagi kacau. Mereka rela mengorbankan waktunya hanya untuk mendengarkan cerita kita, walaupun mereka memiliki urasan lebih penting dari pada itu. mereka selalu setia menegur kita disaat kita salah walapun kita selalu berpikiran negatif setelah itu. 'egois'kah kita? nggak kok. itu wajar. . sahabat selalu menerima kita apapun bagaimanapun sikap kita. itulah keistimewaan sahabat.
terimakasih buat perhatian, teguran,semangat serta kasih sayang yang kalian bagikan tulus...
terimakasih, disaat aku jatuh, tangan kalian selalu ada untuk menompang.
terimakasih, disaat aku kalut ataukacau kalian jadikan keadaan lebih baik
terimakasih kalian sudah mau ngenyewakan telinga kalian untuk mendengarkan celotehan tak penting dari mulutku.
terimakasih kalian telah lukiskan lukisan indah di depan mata.
dan kalian itu...
taukah kalian mereka selalu ada disamping kita disaat kita butuh pertolongan, walaupun kita tak pernah memanggilnya . Mereka selalu menghibur kita disaat kita sedih, walaupun kita tau mereka bukanlah seorang pelawak. Mereka selalu jadi penompang disaat kita jatuh, walaupun kita tau mereka tak sekuat apa yang kita pikirkan. Mereka selalu buat kita tertawa lepas, walaupun hati mereka lagi kacau. Mereka rela mengorbankan waktunya hanya untuk mendengarkan cerita kita, walaupun mereka memiliki urasan lebih penting dari pada itu. mereka selalu setia menegur kita disaat kita salah walapun kita selalu berpikiran negatif setelah itu. 'egois'kah kita? nggak kok. itu wajar. . sahabat selalu menerima kita apapun bagaimanapun sikap kita. itulah keistimewaan sahabat.
terimakasih buat perhatian, teguran,semangat serta kasih sayang yang kalian bagikan tulus...
terimakasih, disaat aku jatuh, tangan kalian selalu ada untuk menompang.
terimakasih, disaat aku kalut ataukacau kalian jadikan keadaan lebih baik
terimakasih kalian sudah mau ngenyewakan telinga kalian untuk mendengarkan celotehan tak penting dari mulutku.
terimakasih kalian telah lukiskan lukisan indah di depan mata.
dan kalian itu...
Sabtu, 21 Juli 2012
fakta tentang air hujan
1.Rata-rata kecepatan jatuhnya air hujan hanyalah 8-10 km/jam.
2.Air jatuh ke bumi dengan kecepatan yang rendah
karena titik hujan memiliki bentuk khusus yang meningkatkan efek gesekan atmosfer dan membantu hujan turun ke bumi dengan kecepat-an yang lebih rendah. Andaikan bentuk titik hujan berbeda, atau andaikan atmosfer tidak memiliki sifat gesekan (bayangkan jika hujan terjadi seperti gelembung air yang besar yang turun dari langit), bumi akan menghadapi kehancuran setiap turun hujan
3.Ketinggian minimum awan hujan adalah 1.200 meter
4.Efek yang ditimbulkan oleh satu tetes air hujan yang jatuh dari ketinggian tersebut sama dengan benda seberat 1 kg yang jatuh dari keting-gian 15 cm
5.Awan hujan pun dapat ditemui pada ketinggian 10.000 meter
6.Dalam satu detik, kira-kira 16 juta ton air menguap dari bumi.
7.Jumlah ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi dalam satu detik.
Dalam satu tahun, diperkirakan jumlah ini akan mencapai 505x1012 ton. Air terus berputar dalam daur yang seimbang berdasarkan "takaran".
8.Butiran air hujan berubah bentuk ratusan kali tiap detik
9.Kalau butiran air hujan itu dibekukan akan membentuk keping kristal yg indah, tidak seperti air biasa yang di bekukan di freezer/kulkas
10.Setelah hujan turun, tanah, ilalang, rerumputan akan mengeluarkan bau wangi yg khas, senyawa ini dinamakan 'petrichor'
11.Dan fakta terakhir yang paling misterius dan mengejutkan ilmuan. Hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk me-resonansi-kan ingatan masa lalu. Dan tanpa bisa mendapatkan bukti ilmiah, para ilmuan hanya bisa menyimpulkan "Di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yg rindu".Dan pada titik ini – para ilmuan meyakini bahwa - manusia biasanya mendapatkan inspirasi..
5 Makanan yang Membangkitkan Mood
Bagi Anda yang sedang mengalami Bad Mood atau suasana hati yang buruk, nah disarankan jangan mengkonsumsi makananan cepat saji (Junk food) karena itu hanya akan semakin memperburuk suasana hati Anda. Hari ini uniknya akan merangkum beberapa makanan yang dapat mengembalikan suasana hati Anda yang buruk menjadi lebih baik, dalam 5 makanan yang dapat memperbaiki Mood anda yang Hilang:
1. Cokelat
Beruntung bagi Anda yang menyukai sajian hidangan atau kudapan cokelat, karena cokelat dapat memperbaiki Mood yang hilang. karena coklat dapat meningkatkan aliran darah ke otak,dan memberikan dorongan instan konsentrasi dan suasana hati. Ini akan membantu Anda merasa lebih energik dan bersemangat. Namun, jangan berlebihan: The “Journal of Psychopharmacology” mengatakan bahwa semua yang Anda butuhkan adalah beberapa ons cokelat murni setiap hari untuk menuai keuntungan.
2. Telur
Telur mengandung kadar menengah sampai tinggi Seng, Vitamin B, Yodium, Omega-3 Asam Lemak, dan protein yang dapat memperbaiki mood anda yang hilang.
Telur tidak hanya dapat membuat Anda bersemangat, telur juga dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama! Sebuah penelitian di tahun 2008 dalam “International Journal of Obesity” menemukan bahwa orang yang sarapan dengan telur akan lebih langsing, dibandingkan dengan mereka yang makan bagel untuk sarapan.
3. Madu
Tahukah kamu Dalam hal kesehatan, madu jauh lebih baik daripada gula biasa? Madu ternyata mengandung kaempferol dan quercetin, yang membantu untuk mencegah depresi (dan menjaga otak sehat) dengan mengurangi peradangan di otak.
Madu juga tidak tidak menimbulkan lemak yang ditimbulkan oleh gula biasa, yang akan membuat Anda merasa sehat setiap saat.
4. Kelapa
Kelapa merupakan rempah yang sering digunakan untuk makanan, walau pada kenyataan sering digunaakan tapi efek berlebihan akan menganggu kesehatan.namun disisi lain kelapa mengandung trigliserida. Medium-chain trigliserida adalah lemak khusus yang memicu suasana hati yang lebih baik dan mempromosikan otak agar lebih sehat, namun jangan terlalu berlebihan ya ,terutama santan karena tidak baik untuk kesehatan Anda.
5. Yogurt
Tenyata Kalsium yang sangat banyak terkandung dalam yogurt (lebih dari susu) membantu otak kita melepaskan neurotransmitter (perangsang kebahagiaan). Yoghurt juga memiliki protein lebih dari pada susu yang sering kita konsumsi , yang membuat penurunan berat badan lebih mudah.(**)
Rabu, 11 April 2012
motivasi ilmu tebu
“Habis manis, sepah dibuang,” betapa pandainya para sepuh kita membuat perumpamaan. Orang-orang yang dinilai sudah tidak berguna lagi disisihkan begitu saja. Kadang kita marah, kalau diperlakukan seperti sepah. Padahal, kita juga akan membuang sepah itu jika sudah tidak ada lagi rasa manisnya. Ini soal siapa pelaku dan siapa korbannya saja. Kita tidak suka jadi korban, itu saja. Bukankah kita juga tidak ingin menyimpan sepah dirumah? Wajar jika sepah itu dibuang. Yang tidak wajar adalah yang belum menjadi sepah sudah dibuang. Juga tidak wajar jika kita sudah menjadi sepah, tetapi menuntut orang lain untuk terus menerus menikmati rasa manis yang sudah tidak kita miliki lagi. Ngomong-ngomong, ‘sepah’ itu apa sih?
apa yang kita rasakan disaat kita menyunyah sebongkah tebu?manis bukan? lalu tak lama kemudian apa yang terjadi ketika sepah itu tak lagi manis? membuangnya..Benda tak berdaya diatas tanah itulah yang kita sebut sebagai sepah. Habis manis, sepah dibuang. Memangnya harus diapakan lagi sepah itu jika tidak dibuang? Kita sering menggambarkan hidup yang sudah tidak berguna sebagai sepah. Kita sadar jika sudah tidak berguna, tetapi masih ngotot untuk tidak dibuang. Itu mengindikasikan bahwa ini adalah saatnya untuk mengubah paradigma tentang hidup. namun, ada beberapa cara agar kita tidak menjadi sepah.
1. Jadilah pemanis kehidupan.
Disekitar kita begitu banyak orang yang suka minum kopi. Tetapi, saya hampir tidak pernah mengenal orang yang minum kopi tanpa gula. Bahkan sekalipun kita menyebutnya ‘kopi pahit’, ternyata ya menggunakan gula juga. Mengapa gula selalu ada dalam setiap cangkir kopi yang disajikan? Karena gula membuat rasa pahit pada kopi terasa menjadi manis. Anda yang mengetahui rasa asli kopi tentu tahu jika sebenarnya kopi itu mirip arang. Karbon yang tersisa dari benda hangus. Makanya rasanya tidak benar-benar enak. Tetapi, ketika kedalam seduhan kopi pahit itu kita bubuhkan gula; tiba-tiba saja kita menikmatinya. Bahkan menjadikannya sebagai minuman favorit. Bayangkan jika kita bisa membuat rasa pahit kehidupan menjadi terasa manis. Tentunya kita tidak akan lagi harus disiksa oleh rasa pahit itu. Bahkan boleh jadi, kita menjadi penikmat rasa pahit itu. Kita bisa menari dalam deraan tantangan dan rintangan. Kita masih bisa tersenyum ditengah terpaan angin cobaan. Dan kita masih bisa bersyukur meski tengah berada dalam pahit getirnya cobaan hidup. Semoga kita bisa menjadi pribadi yang mampu memaniskan kehidupan.
2. Jadilah pribadi yang manis, maka pasti selalu dikerubuti.
Ditempat tidur saya tiba-tiba saja banyak sekali semut. Setelah diperiksa, ternyata ada sisa-sisa gula dari kue kering yang kami makan bersama anak-anak. Ternyata benar; ada gula, ada semut. Para semut tidak lagi memperdulikan lokasi dan situasi. Dimana ada gula, kesitulah mereka berbondong beriringan. Ini tidak hanya benar bagi para semut. Coba saja perhatikan orang-orang yang bisa memberi manfaat bagi lingkungannya. Para dermawan, selalu dikerubungi oleh para pengikut setianya. Para alim ulama dan orang-orang berilmu, selalu menjadi rujukan para pencari pencerahan. Siapapun yang bisa memberi manfaat kepada orang lain, bisa dipastikan selalu dibutuhkan oleh mereka. Kita? Sesekali orang lain itu mbok ya membutuhkan kita gitu loh. Tapi mengapa yang terjadi malah sebaliknya ya? Mereka malah mengira seolah kita ini tidak ada. Sekalipun kita sudah menyodor-nyodorkan wajah kita. Tetap saja masih tidak mereka lihat. Sudah beriklan, bahkan. Tapi juga tidak ditanggapi. Barangkali, karena kita belum bisa menjadi pribadi yang manis bagi mereka. Karena sudah menjadi fitrah manusia untuk mengerubuti segala sesuatu yang terasa manis.
3. Tetaplah manis, maka sepahmu tidak pernah dibuang.
Mari berhenti untuk marah atau kecewa jika orang lain membuang kita karena mereka menilai kita sudah menjadi sepah. Mereka tidak salah. Kitalah yang harus berpikir bagaimana caranya supaya tidak menjadi sepah. Sebab jika kita masih tetap memiliki rasa manis itu, mereka tidak akan membuang kita, percayalah. Saya mengenal seorang eksekutif senior yang mumpuni. Setelah memasuki masa pensiun dari jabatanya yang tinggi, saya pikir beliau akan menjadi seperti ‘tebu-tebu’ yang lainnya. Ternyata saya keliru. Perusahaan kemudian memperpanjang masa kerjanya dengan system kontrak. Lalu beliau berpindah ke perusahaan lain. Lalu beliau ditarik lagi oleh perusahaan lainnya. Bagi saya, beliau inilah salah satu living legend mereka yang tidak pernah membiarkan dirinya ‘kehilangan rasa manis’. Meski usianya sudah jauh melampaui masa pensiun, beliau tetap manis. Rasa manis yang masih tetap lestari didalam dirinya itulah yang menjadikan beliau tetap menjadi rebutan perusahaan-perusahaan besar. Jadi jika kita tidak ingin menjadi sepah yang dibuang, maka kita harus memastikan bahwa kita tetap menjadi pribadi yang manis.
4. Nikmatilah rasa manis secukupnya, tidak berlebihan.
Sekarang, cobalah ambil sesendok gula terbaik yang Anda miliki. Lalu suapkan sesendok gula itu kedalam mulut Anda, dan kunyahlah. Apakah Anda masih menikmati rasa manisnya? Pada dasarnya, semua orang menyukai rasa manis. Namun, tak seorang pun bisa melahapnya terlalu banyak. Kita semua mendambakan manisnya kehidupan. Dan kita sering terlalu serakah untuk merengkuhnya sendirian. Bahkan gula pun mengajari kita bahwa terlalu banyak rasa manis membuat kepala kita pusing, bahkan kita bisa mengalami sindrom toleransi insulin. Sungguh keliru jika kita mengira hidup yang manis itu adalah yang semuanya serba indah. Tidak. Justru hidup yang terlalu indah cenderung menjadikan kita pribadi yang serakah. Semacam sindrom toleransi insulin kehidupan. Tidak peduli betapa banyak insulin yang diproduksi dalam tubuh Anda, gula akan tetap menumpuk dalam darah Anda. Tahukah Anda apa yang terjadi ketika dalam darah kita terdapat lebih banyak gula dari yang seharusnya? Hmmmh, Anda tentu paham yang saya maksudkan. Bahkan rasa manis kehidupan yang terlalu banyak pun bisa membahayakan kehidupan diri Anda sendiri. Maka nikmatilah rasa manisnya kehidupan, namun tidak perlu berlebihan.
Tidak perlu lagi untuk merasa kecewa karena telah dihempaskan oleh lingkungan yang Anda harapkan memberikan penerimaan. Mungkin mereka benar telah menghempaskan kita karena kita belum bisa memberi rasa manis yang mereka butuhkan. Mungkin juga mereka keliru karena tidak bisa menghargai rasa manis yang kita miliki. Tetapi, bukan itu yang perlu menjadi fokus perhatian kita sekarang. Cukuplah untuk selalu memikirkan, bagaimana caranya agar kita bisa memberikan lebih banyak lagi rasa manis? Karena dengan rasa manis yang kita tebarkan, kita tidak perlu meneriaki para semut untuk mengerubuti. Insya Allah, cepat atau lambat; mereka akan datang sendiri.
apa yang kita rasakan disaat kita menyunyah sebongkah tebu?manis bukan? lalu tak lama kemudian apa yang terjadi ketika sepah itu tak lagi manis? membuangnya..Benda tak berdaya diatas tanah itulah yang kita sebut sebagai sepah. Habis manis, sepah dibuang. Memangnya harus diapakan lagi sepah itu jika tidak dibuang? Kita sering menggambarkan hidup yang sudah tidak berguna sebagai sepah. Kita sadar jika sudah tidak berguna, tetapi masih ngotot untuk tidak dibuang. Itu mengindikasikan bahwa ini adalah saatnya untuk mengubah paradigma tentang hidup. namun, ada beberapa cara agar kita tidak menjadi sepah.
1. Jadilah pemanis kehidupan.
Disekitar kita begitu banyak orang yang suka minum kopi. Tetapi, saya hampir tidak pernah mengenal orang yang minum kopi tanpa gula. Bahkan sekalipun kita menyebutnya ‘kopi pahit’, ternyata ya menggunakan gula juga. Mengapa gula selalu ada dalam setiap cangkir kopi yang disajikan? Karena gula membuat rasa pahit pada kopi terasa menjadi manis. Anda yang mengetahui rasa asli kopi tentu tahu jika sebenarnya kopi itu mirip arang. Karbon yang tersisa dari benda hangus. Makanya rasanya tidak benar-benar enak. Tetapi, ketika kedalam seduhan kopi pahit itu kita bubuhkan gula; tiba-tiba saja kita menikmatinya. Bahkan menjadikannya sebagai minuman favorit. Bayangkan jika kita bisa membuat rasa pahit kehidupan menjadi terasa manis. Tentunya kita tidak akan lagi harus disiksa oleh rasa pahit itu. Bahkan boleh jadi, kita menjadi penikmat rasa pahit itu. Kita bisa menari dalam deraan tantangan dan rintangan. Kita masih bisa tersenyum ditengah terpaan angin cobaan. Dan kita masih bisa bersyukur meski tengah berada dalam pahit getirnya cobaan hidup. Semoga kita bisa menjadi pribadi yang mampu memaniskan kehidupan.
2. Jadilah pribadi yang manis, maka pasti selalu dikerubuti.
Ditempat tidur saya tiba-tiba saja banyak sekali semut. Setelah diperiksa, ternyata ada sisa-sisa gula dari kue kering yang kami makan bersama anak-anak. Ternyata benar; ada gula, ada semut. Para semut tidak lagi memperdulikan lokasi dan situasi. Dimana ada gula, kesitulah mereka berbondong beriringan. Ini tidak hanya benar bagi para semut. Coba saja perhatikan orang-orang yang bisa memberi manfaat bagi lingkungannya. Para dermawan, selalu dikerubungi oleh para pengikut setianya. Para alim ulama dan orang-orang berilmu, selalu menjadi rujukan para pencari pencerahan. Siapapun yang bisa memberi manfaat kepada orang lain, bisa dipastikan selalu dibutuhkan oleh mereka. Kita? Sesekali orang lain itu mbok ya membutuhkan kita gitu loh. Tapi mengapa yang terjadi malah sebaliknya ya? Mereka malah mengira seolah kita ini tidak ada. Sekalipun kita sudah menyodor-nyodorkan wajah kita. Tetap saja masih tidak mereka lihat. Sudah beriklan, bahkan. Tapi juga tidak ditanggapi. Barangkali, karena kita belum bisa menjadi pribadi yang manis bagi mereka. Karena sudah menjadi fitrah manusia untuk mengerubuti segala sesuatu yang terasa manis.
3. Tetaplah manis, maka sepahmu tidak pernah dibuang.
Mari berhenti untuk marah atau kecewa jika orang lain membuang kita karena mereka menilai kita sudah menjadi sepah. Mereka tidak salah. Kitalah yang harus berpikir bagaimana caranya supaya tidak menjadi sepah. Sebab jika kita masih tetap memiliki rasa manis itu, mereka tidak akan membuang kita, percayalah. Saya mengenal seorang eksekutif senior yang mumpuni. Setelah memasuki masa pensiun dari jabatanya yang tinggi, saya pikir beliau akan menjadi seperti ‘tebu-tebu’ yang lainnya. Ternyata saya keliru. Perusahaan kemudian memperpanjang masa kerjanya dengan system kontrak. Lalu beliau berpindah ke perusahaan lain. Lalu beliau ditarik lagi oleh perusahaan lainnya. Bagi saya, beliau inilah salah satu living legend mereka yang tidak pernah membiarkan dirinya ‘kehilangan rasa manis’. Meski usianya sudah jauh melampaui masa pensiun, beliau tetap manis. Rasa manis yang masih tetap lestari didalam dirinya itulah yang menjadikan beliau tetap menjadi rebutan perusahaan-perusahaan besar. Jadi jika kita tidak ingin menjadi sepah yang dibuang, maka kita harus memastikan bahwa kita tetap menjadi pribadi yang manis.
4. Nikmatilah rasa manis secukupnya, tidak berlebihan.
Sekarang, cobalah ambil sesendok gula terbaik yang Anda miliki. Lalu suapkan sesendok gula itu kedalam mulut Anda, dan kunyahlah. Apakah Anda masih menikmati rasa manisnya? Pada dasarnya, semua orang menyukai rasa manis. Namun, tak seorang pun bisa melahapnya terlalu banyak. Kita semua mendambakan manisnya kehidupan. Dan kita sering terlalu serakah untuk merengkuhnya sendirian. Bahkan gula pun mengajari kita bahwa terlalu banyak rasa manis membuat kepala kita pusing, bahkan kita bisa mengalami sindrom toleransi insulin. Sungguh keliru jika kita mengira hidup yang manis itu adalah yang semuanya serba indah. Tidak. Justru hidup yang terlalu indah cenderung menjadikan kita pribadi yang serakah. Semacam sindrom toleransi insulin kehidupan. Tidak peduli betapa banyak insulin yang diproduksi dalam tubuh Anda, gula akan tetap menumpuk dalam darah Anda. Tahukah Anda apa yang terjadi ketika dalam darah kita terdapat lebih banyak gula dari yang seharusnya? Hmmmh, Anda tentu paham yang saya maksudkan. Bahkan rasa manis kehidupan yang terlalu banyak pun bisa membahayakan kehidupan diri Anda sendiri. Maka nikmatilah rasa manisnya kehidupan, namun tidak perlu berlebihan.
Tidak perlu lagi untuk merasa kecewa karena telah dihempaskan oleh lingkungan yang Anda harapkan memberikan penerimaan. Mungkin mereka benar telah menghempaskan kita karena kita belum bisa memberi rasa manis yang mereka butuhkan. Mungkin juga mereka keliru karena tidak bisa menghargai rasa manis yang kita miliki. Tetapi, bukan itu yang perlu menjadi fokus perhatian kita sekarang. Cukuplah untuk selalu memikirkan, bagaimana caranya agar kita bisa memberikan lebih banyak lagi rasa manis? Karena dengan rasa manis yang kita tebarkan, kita tidak perlu meneriaki para semut untuk mengerubuti. Insya Allah, cepat atau lambat; mereka akan datang sendiri.
Jumat, 24 Februari 2012
kalo' nggak ada kerjaaan, gini nih hasilnya
(photoimpact)
(photoshop)
(photoshop)
( photoshop + photoimpact)
(photoshop)
(photoshop)
(photoshop)
(photoshop)
(photoshop)
(xiu xiu)
(photoshop)
(photoshop)
Minggu, 12 Februari 2012
kalian inspirasiku
All about XI A 3
XI IPA 3 itu kelas yang mempersatukan kita diakhir dekade pertama abad 21. awalnya emang susah buat nyatuin beribu karakter anak- anak untuk jadi kata sepakat ataupun sahabat, but lembaran waktu sudah kita buka bersama, and now kita "satu".
dari kata "satu" itu kita mulai merajut sebuah nama sejuta arti. meskipun hanya untaian nama sederhana, namun dengan nama itulah kami dapat "satu". HIPERMETROPI.Ya, 1 kata yang menginspirasikan akan segala hal yang indah
1 kata yang jadikan tali bagi asa depan
1 kata yang tlah bekukan tangis dan cairkan tawa
1 kata yang ubahkan lawan menjadi kawan
1 kata dan hanya 1 kata
HIPERMETROPI, itulah singkat kata dari HImpunan PElajaR METROpolitan iPa tIga.
seperti halnya "metropolitan" yang lupakan asal satukan ragam.
seperti halnya "metropolitan" yang jadikan besar karena kebersamaan.
kata sederhana itu lahir disaat kami mendengar kata kata yang sering kami anggap tidaklah penting bahkan bosan untuk kami pelajari dengan seribu rumusnya, Yub, nama itu lahir disaat kami mengikuti pelajaran FISIKA. entah mengapa kita memilih kata itu diantara kata indah lainnya.disebuah ruangan kecil yang hanya riaskan tumpukan buku, disitulah kami memulai melukis segalanya,
ditempat itulah amarah, lelah, bosan dan tangis dapat kami tukarkan tanpa mengharap imbalan walaupun hanya secercah debu.
canda, tawa, ataupun bahagia hanya itu yang kami lihat..
#terimakasih untuk coretan indah di lembaran putih abu-abuku!
XI IPA 3 itu kelas yang mempersatukan kita diakhir dekade pertama abad 21. awalnya emang susah buat nyatuin beribu karakter anak- anak untuk jadi kata sepakat ataupun sahabat, but lembaran waktu sudah kita buka bersama, and now kita "satu".
dari kata "satu" itu kita mulai merajut sebuah nama sejuta arti. meskipun hanya untaian nama sederhana, namun dengan nama itulah kami dapat "satu". HIPERMETROPI.Ya, 1 kata yang menginspirasikan akan segala hal yang indah
1 kata yang jadikan tali bagi asa depan
1 kata yang tlah bekukan tangis dan cairkan tawa
1 kata yang ubahkan lawan menjadi kawan
1 kata dan hanya 1 kata
HIPERMETROPI, itulah singkat kata dari HImpunan PElajaR METROpolitan iPa tIga.
seperti halnya "metropolitan" yang lupakan asal satukan ragam.
seperti halnya "metropolitan" yang jadikan besar karena kebersamaan.
kata sederhana itu lahir disaat kami mendengar kata kata yang sering kami anggap tidaklah penting bahkan bosan untuk kami pelajari dengan seribu rumusnya, Yub, nama itu lahir disaat kami mengikuti pelajaran FISIKA. entah mengapa kita memilih kata itu diantara kata indah lainnya.disebuah ruangan kecil yang hanya riaskan tumpukan buku, disitulah kami memulai melukis segalanya,
ditempat itulah amarah, lelah, bosan dan tangis dapat kami tukarkan tanpa mengharap imbalan walaupun hanya secercah debu.
canda, tawa, ataupun bahagia hanya itu yang kami lihat..
#terimakasih untuk coretan indah di lembaran putih abu-abuku!








































